Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2009

Al-Quran Palsu Beredar di Timur Tengah

Bismillah diganti dengan Bismil Abi, Wal Ibni, Waruuhil Quds (dengan nama bapak, anak dan roh qudus)

 

Al-Quran, kitab suci umat Islam yang selalu dijaga keasliannya, kembali dipalsukan. Sebelumnya, Al-Quran palsu bernama The True Furqan atau Furqonul Haq yang diterbitkan oleh dua perusahaan percetakan Amerika, Omega 2001 dan Wine Press pernah beredar bebas di Prancis dan Inggris pada tahun 1999.

Meski namanya menyadur dari salah satu nama Al-Quran serta isinya masih berbahasa Arab, Al-Quran palsu yang kembali beredar di Timur Tengah baru-baru ini, sangat bertentangan sekali dengan isi serta ajaran Al-Quran.

Al-Qur'an, yang selama ini digunakan umat Islam mempunyai 114 surat, sedangkan The True Furqan yang diklaim sebagai "Al Qur'an Abad 21" hanya mempunyai 77 surat, di antaranya surat Al-Fathihah, Al-Jana dan Al-Injil.

Kemudian surat-surat di dalam The True Furqan tidak dimulai dengan "bismillah" sebagaimana Al-Qur'an Mushaf Utsmani, kecuali surat-surat tertentu. Itu pun kata "bismillah" diganti dengan kepercayaan Kristen menyangkut konsep Trinitas yaitu "Bismil Abi, Wal Ibni, Waruuhil Quds" (dengan nama bapak, anak dan roh qudus).

Sementara terjemahan bergaya puisi dan prosa dalam bahasa Arab klasik, yang digunakan The True Furqan menjelaskan ajaran Bibel. Sebaliknya, menentang ajaran Islam. Salah satu dengan menyatakan bahwa poligami dan jihad dilarang, perceraian diharamkan, dan membolehkan sistem perbankan liberal.

Jelas, The True Furqan yang dijual dengan harga tiga dolar Amerika, dan diduga sebagai buah karya seorang pastor evangelist Amerika, Dr. Anis Shorrosh, memang dibuat untuk memalsukan Kitab Suci Al-Quran. (majalah alkisah.com)

  



Read more...

Rabu, 29 April 2009

AS Kembali Kehilangan Tokoh Muslimnya


Hassan Hathout telah pergi untuk selamanya. Meninggalkan istri tercinta, Salonas, seorang anak perempuan, Eba, adik lelakinya, Maher, dua orang cucu, juga kita semua.

Umat Islam Amerika kembali kehilangan salah satu tokoh terbaiknya. Minggu 26 April lalu, Dr. Hassan Hathout, pemimpin komunitas muslim California, menghadap Sang Pencipta di rumahnya, Pasadena, California.

"Kami kehilangan seorang pemimpin Islam yang sangat berpengaruh bagi perkembangan Islam di Amerika, khususnya Amerika Utara," kata Dr. Muzammil Siddiqi, ketua Dewan Fiqh Amerika Utara, kepada Islamonline.

Dr. Hathout, yang juga berprofesi sebagai seorang dokter, semasa hidupnya telah mengabdikan diri untuk Islam. Lebih dari tiga puluh tahun ia menyuarakan kebijaksanaan, kejernihan, dan kasih sayang antarsesama.

Bahkan, di sela-sela aktivitasnya sebagai anggota aktif WHO pada Komite Etika Reproduksi Manusia, ia juga terlihat dalam organisasi internasional ilmu kedokteran yang dirancang untuk mensosialisasikan etika medis melalui tuntunan Islam yang didirikannya sendiri.

Semasa hidupnya, Hassan, yang pernah mengajar ilmu obstetrik dan ginekologis di Kuwait, adalah sosok tokoh umat Islam yang sangat berpengaruh bagi perkembangan Islam di AS.

Dengan cepat, ia terlibat dalam kegiatan antarkeyakinan di Los Angeles bersama Rabi Beerman dan Pastur George Regas dari Gereja All Saints Episcopal di Pasadena. Ia mengorganisasikan layanan ibadah untuk muslim, umat Kristiani, dan Yahudi selama Perang Teluk pada 1991. 

Setelah Peristiwa WTC 11 September, ia semakin meningkatkan upaya menjembatani gap antara masyarakat AS dan umat Islam. Ia juga berbicara dalam acara Hari Masjid Terbuka, sebuah program yang diluncurkan pada 2002 silam, yang lebih dari dua lusin masjid di California Utara mengundang non-muslim dalam acara doa, perayaan, dan pembacaan sastra Islam di lingkungan masjid.

Pada acara tersebut, ia menekankan kepada pengunjung untuk untuk saling mengasihi.

"Ia memiliki hati yang luar biasa mulia," ujar Dr. Omar Alfi, seorang fisikawan dan mantan pemimpin pusat Islamic South California yang telah mengenal mendiang selama 60 tahun.

"Menurut Hassan, agama adalah cinta kasih. Manusia yang tidak mencintai sesamanya sama dengan tidak menghormati agamanya," kata Alfi mengenang.

Kini, Hassan Hathout telah pergi untuk selamanya. Meninggalkan istri tercinta, Salonas, 56 tahun, seorang anak perempuan, Eba, adik lelakinya, Maher, dua orang cucu, dan kita semua. Jenazahnya dikebumikan pada hari hari yang sama, sekitar pukul 3 waktu setempat, di Pemakaman Rose Hills Memorial Park, 3888 Workman Mill Road, Whittier 90601, Los Angeles.

Semoga Allah memberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya. Amin. SEL, dari berbagai sumber

 


Read more...

Minggu, 26 April 2009

Penghapusan Poligami di Tunisia dan Turki


Poligami meski tidak dilarang secara mutlak dalam syariat Islam, namun memiliki persyaratan yang sangat berat untuk dipenuhi. Itulah sebabnya di beberapa negara Islam praktik poligami diperketat. Bahkan baru-baru ini, Tunisia dan Turki sudah resmi "menghapus" poligami

Hal ini pun diapresiasikan oleh sejumlah kalangan aktivis feminis. Seperti Jamila Hussain, Dosen Hukum Islam Universitas Teknologi Sydney (UTS). Dalam acara diskusi terbuka yang mengangkat topik "Syariah dan Hukum Keluarga Australia" di Fakultas Hukum Universitas Queensland (UQ), Brisbane, Kamis kemarin, Jamila Hussain menilai positif keputusan Tunisia dan Turki yang melarang sepenuhnya praktik poligami.

"Meski poligami dibolehkan bagi pria muslim yang mampu berlaku adil terhadap istri-istrinya, dengan alasan yang sangat kuat untuk menikahi perempuan lain, praktiknya ini sangat sulit dijalani. Dan kalau pun ada yang berhasil menjalankan, tak jarang menimbulkan konflik antarkeluarga, baik fisik maupun psikis. Itulah sebabnya, langkah yang diambil oleh Tunisia dan Turki sangat bagus, untuk mencegah terjadinya konflik dalam rumah tangga," jelas Jamila Hussain yang pernah menulis buku Islam Its Law and Society.

Selain itu, Jamila Hussain pun membahas masalah perkawinan beda agama dalam Islam. Meski jenis perkawinan seperti ini diperbolehkan -khusus bagi pria muslim yang menikahi perempuan ahlul kitab (Yahudi dan Kristen)- namun sangat rentan terhadap konflik.

Kemudian topik lain yang tak kalah menariknya pada acara diskusi yang menghadirkan akademisi, imam masjid, dan pengacara muslim dan non muslim Australia itu juga membahas masalah migran dan pengungsi muslim di Australia, warisan, praktik agama dan pendidikan, serta produk keuangan dan ekonomi Islam.

Acara yang dipandu langsung oleh pakar hukum Islam UQ, Ann Black itu juga menghadirkan beberapa pembicara yang berkompeten pada bidangnya, seperti Rob Lachowicz (akademisi Universitas Griffith), Rafik Sabdia, dan Ishaq Burney (pengacara), serta Dr Tariq Syed (akademisi dan dosen Universitas Griffith). SEL dari berbagai sumber.


Read more...

Kembali kepada Ketiadaan

Pada awalnya alam semesta ini tiada, dan akan kembali kepada ketiadaan. Maka yang tersisa hanyalah harapan agar kelak kita diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.


Kapan kiamat? Tak seorang pun tahu. Bahkan ketika ditanya oleh Malaikat Jibril kapan tibanya hari kiamat, Rasulullah SAW menegaskan, “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.”


Tapi, percaya atau tidak, ada ilmuwan yang memprediksi, hari kiamat bakal terjadi pada tahun 2012. Tiga tahun lagi!


Anda boleh terperanjat, atau tertawa karena tidak percaya. Tapi, itulah yang diprediksi oleh Lawrence E. Joseph, ketua Dewan Direksi Aerospace Consulting Coorporation di New Mexico, Amerika Serikat, dalam bukunya, Apocalypse 2012: An Investigation Into The End of Civilization, yang diterjemahkan menjadi Kiamat 2012, Investigasi Akhir Zaman, Penerbit Gramedia Pustaka Utama.

Dalam buku yang terbit dua tahun lalu dan menjadi best seller di AS itu, Lawrence, yang asal Lebanon, mengungkapkan secara ilmiah kemungkinan terjadinya hari kiamat pada tahun 2012.


Selain Lawrence E. Joseph, selama ini ada juga beberapa orang yang berusaha memprediksi atau meramal kapan kiamat bakal terjadi. Bahkan beberapa tahun lalu, sejumlah penganut Kristen Protestan dalam kelompok “Pondok Nabi” di Bandung sudah siap-siap menyambut bencana dahsyat yang katanya (akan) jatuh pada hari Senin, 10 November 2003.


Yang paling spektakuler ialah mitologi yang sudah ribuan tahun membudaya di kalangan suku bangsa Maya di Yucatan, Guetemala, Amerika Latin, bahwa kiamat bakal terjadi pada tanggal 21 Desember 2012, sebagai “berakhirnya sang waktu”.

Suku bangsa yang berperadaban tinggi itu mempunyai tradisi keilmuan dalam ilmu falak. Dalam kalender mereka tercatat bahwa sistem galaksi tata surya kita sedang mengalami the great cycle (siklus besar) yang berjangka 5.200 tahun lebih, dari dari 3113 SM sampai 2012 M.

Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi bergerak melintasi sinar galaksi (galactic beam) yang berasal dari inti galaksi, dengan diameter secara horizontal sepanjang 5.125 tahun bumi. Dengan kata lain, jika bumi melintasi sinar tersebut akan memakan waktu selama 5.125 tahun.


Ramalan para pakar ilmu falak suku bangsa Maya itu hampir sama dengan ramalan di kalangan suku bangsa Hopi di Mesir kuno dan beberapa suku bangsa di zaman purba lainnya. Dalam kitab suci Cina, I Ching, juga disebut akan terjadinya bencana besar di tahun 2012.

Ramalan serupa juga diprediksi oleh beberapa biksu di Tibet. Menurut mereka, awal tahun 2012 merupakan “waktu paling mendebarkan” bagi umat manusia, karena ketika itu akan terjadi beberapa fenomena alam yang sangat aneh. Namun, bumi akan terselamatkan oleh sebuah kekuatan besar yang kasatmata, sehingga peradaban tidak sepenuhnya musnah.

Di abad modern ini juga ada prediksi serupa. Misalnya, peringatan salah seorang tokoh spiritual Yahudi, Titzchak Qadduri, yang menyerukan agar kaum Yahudi segera meninggalkan daratan Amerika Serikat, karena tak lama lagi sebuah komet raksasa dari luar angkasa tengah meluncur dan bakal menubruk daratan negara adidaya itu. Bencana mahadahsyat seperti itu pulalah yang terungkap dalam buku Kiamat 2012.

Bencana itu, antara lain, siklus aktivitas matahari yang memuncak di tahun 2012, yang mengakibatkan suhu panas yang luar biasa. Apalagi selama ini atmosfer bumi sudah menipis dan bolong di beberapa bagian. Dahsyatnya panas bumi secara radikal itu juga disertai melelehnya benua es di kedua kutub, disertai badai dan topan yang sangat dahsyat.


Bersamaan dengan itu, medan magnet bumi sebagai penahan utama bagi bumi terhadap radiasi sinar matahari mulai retak atau bolong. Bahkan ada yang sampai seluas daratan California. Sementara pergeseran kutub utara dan selatan berlangsung, sehingga membingungkan umat manusia. Yang mengerikan, tata surya kita kini tengah memasuki medan awan energi antarbintang, sehingga mengaktifkan dan merusak keseimbangan matahari dan atmosfer planet-planet lain.

Ketika bumi akan memasuki awan energi tersebut pada tahun 2012 hingga 2020, terjadilah bencana yang sangat dahsyat, sehingga melenyapkan dua pertiga populasi umat manusia.

Janji Allah
Benarkah semua itu? Dalam Islam hari kiamat diyakini sebagai takdir Allah SWT yang pasti bakal terjadi, tapi kita tak pernah tahu kapan waktunya. Bahkan Rasulullah SAW sendiri pun tak tahu kapan kiamat itu bakal terjadi.

Suatu ketika, Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang lelaki dusun.
“Kapan kiamat (as-sa'ah) akan tiba?” tanya Jibril. “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya,” jawab Rasulullah SAW. Jibril pun lantas mengisyaratkan bahwa hari kiamat adalah kejadian yang sudah pasti, namun hanya Allah SWT yang mahatahu.

Dalam Al-Quran kiamat disebut dengan beberapa istilah. Selain as-sa’ah, ada juga al-qari’ah (kejadian yang mengguncankan), al-zalzalah (gempa, bencana, turbulensi), al-haidzil akbar (guncangan dahsyat). Ayat Al-Quran yang mengungkapkan perihal kiamat pun berjumlah puluhan, dan semuanya memperingatkan kedahsyatan dan kengeriannya.

Kehancuran alam semesta digambarkan secara jelas: benda-benda angkasa bertabrakan, ada yang terapung-apung seperti awan, suasana pun total gelap gulita. Berakhirnya alam semesta ini bersamaan dengan berawalnya kehidupan baru di akhirat.

Dalam surah Al-Qiyamah ayat 6-15 dikisahkan, “Bilakah hari kiamat itu? Apabila mata terbelalak ketakutan, dan bulan telah hilang cahayanya. Dan bila matahari dan bulan bertabrakan. Pada hari itu manusia bertanya-tanya: Ke manakah tempat melarikan diri? Sekali-kali tidak, tidak ada tempat berlindung! Pada hari itu hanya Tuhanmulah tempat kembali. Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah mereka kerjakan dan apa yang dilalaikannya. Dan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun mereka mengemukakan berbagai alasan.”

Simak pula surah Muhammad ayat 18, “Maka tidaklah mereka tunggu-tunggu melainkan tibalah hari kiamat dengan tiba-tiba. Karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya.”

Datangnya hari kiamat memang sangat menakutkan, terutama bagi mereka yang ingkar, tak beriman. Sebaliknya, bagi mereka yang beriman, kedatangan hari kiamat bukanlah masalah, sebagaimana disebut dalam firman surah Al-Anbiya ayat 103-104, “Kedahsyatan mahahebat itu tak akan menggemparkan orang-orang beriman. Mereka akan disambut oleh para malaikat, ‘Inilah hari yang dijanjikan (Allah SWT) kepadamu.’ Pada hari itu Kami menggulung langit seperti menggulung lembaran kertas. Sebagaimana Kami memulai setiap kejadian, begitu pula Kami mengulangi kejadian itu sebagai suatu janji. Sesungguhnya Kami memenuhi janji itu.”

Tanda-tanda menjelang Kiamat
Jadi, kapan kiamat tiba? Tak seorang pun tahu. Namun, Allah SWT sedikit mengungkapkan tanda-tandanya saja, sebagaimana terbetik dalam surah Al-Hajj ayat 1-2, “Hai manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya kiamat itu sangatlah dahsyat. Pada hari itu akan kamu lihat para perempuan yang menyusui lupa anak susuannya, dan perempuan hamil akan keguguran janin yang dikandungnya. Semua manusia pun panik. Sesungguhnya mereka bukan panik, melainkan (karena) siksa Allah yang sangat keras.”

Tanda-tanda hari kiamat juga diberitakan dalam surah Al-Waq’iah ayat 1 sampai 6, “Apabila terjadi hari kiamat, tidak seorang pun dapat berdusta tentang kejadiannya. Kejadian itu merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain). Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya, jadilah ia debu yang berterbangan.”

Sementara itu, Rasulullah SAW juga mengisyaratkan tanda-tandanya, misalnya dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Abbas. Misalnya, ketika nafsu birahi menjadi tumpuan, pelaku dosa dipilih jadi pemimpin, sulit membedakan yang salah dan yang benar, kebohongan menjadi kepastian, pembayaran zakat dianggap beban, orang beriman dianggap kuno dan nista, ada kebobrokan tapi orang tak mampu berbuat sesuatu, hujan turun di luar musim, homoseks dan lesbian menjadi gaya hidup, peran kaum wanita terlalu dominan, anak-anak mendurhakai orangtua, kecurangan terjadi dalam persahabatan, orang berlomba dalam kemewahan, berbuat dosa dianggap remeh, masjid dipenuhi hiasan keindahan, orang yang beribadah tanpa ketulusan, saling benci tumbuh di hati kaum muslimin, Al-Quran dicetak dengan huruf-huruf emas tapi tidak dibaca apalagi diamalkan, riba merajalela, darah manusia tak ada artinya, ibadah haji dianggap sebagai wisata, para hartawan sibuk memburu harta sementara kaum dhu’afa sibuk mengharapkan belas kasihan.

Tanda-tanda yang lain dengan cukup jelas juga diberitakan dalam sebuah hadis riwayat Hudzaifah bin Asid al-Ghiffari, “(Suatu hari) Rasulullah SAW datang ketika kami berdiskusi tentang hari kiamat.
Beliau bertanya, ‘Apa yang kalian bahas?’
Kami menjawab, ‘Sedang membahas hari kiamat.’

Lalu Rasulullah SAW menjelaskan bahwa sesungguhnya kiamat tidak akan terjadi sampai umat manusia menyaksikan tanda-tandanya. Yakni, membubungnya asap tebal, munculnya Dajjal, keluarnya binatang-binatang dari perut bumi, terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, turunnya Isa ibn Maryam, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, terbenamnya bumi di sebelah timur, barat, dan di Semenanjung Arabia, dan munculnya api dari Yaman yang akan menggiring umat manusia ke Padang Mahsyar.

Menurut Dr. Bashiruddin Mahmud, pakar fisika dan direktur proyek nuklir Pakistan, dalam buku Mechanics of the Doomday and Life after Death, the Ultimate Fate of the Universe through the Holy Quran (1987), Dajjal bisa dimaknai sebagai kemampuan teknologi tinggi umat manusia yang dipergunakan untuk kejahatan.

Sementara pengertian dabbah seperti yang disebut dalam hadits adalah binatang melata hasil bioteknologi tinggi umat manusia, seperti teknologi kloning. Adapun pengertian “matahari akan muncul dari barat” tak lain karena deraan bumi akibat serangan meteor dahsyat setiap 26.000 tahun, sehingga memalingkan wajah dunia, karena bumi akan didorong dari orbitnya, sebagaimana terungkap dalam surah Al-Haqqah ayat 13-15, “Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur, pada hari itu terjadilah kiamat.” Setelah itu, matahari muncul dari barat.

Bersamaan dengan itu, terjadi kontraksi bumi karena perputarannya yang semakin cepat. Maklum, sejak lima miliar tahun lalu, bumi telah mengalami penyusutan hingga 1/100 dari volumenya yang sekarang ini. Lalu, temperatur bumi pun semakin panas sehingga terjadi ledakan bumi yang mahadahsyat.

Kini, hampir semua pertanda akan datangnya kiamat itu sudah terjadi. Misalnya, kebakaran di Hijaz (Semenanjung Arabia) pada tahun 645 Hijriyyah atau sekitar abad 11 Masehi.

Sementara Dr. Rashad Khalifah, pakar matematika dan komputer asal Mesir dalam bukunya The Computer Speaks, God’s Message to the World (1985), mencoba menghitung misteri kiamat dengan mengkaji surah Al-Hijr ayat 87: Sab'an minal matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang). Ia menyimpulkan, kiamat akan tiba pada tahun 1709 Hijriyyah atau sekitar 285 tahun lagi. “Tapi, kebenaran mutlaknya hanya pada Allah SWT. Karena hari kiamat merupakan suatu keyakinan, bukan hal yang penting mengetahui kepastian datangnya,” katanya.

Gambaran tentang Akhir Dunia
Anda masih penasaran kapan Malaikat Israfil akan meniup sangkakala di Padang Mahsyar sebagai hari “H” kiamat? Ketika kebobrokan moral menjadi semacam kiblat, ketika kekufuran, kekejaman, dan kezhaliman bersimaharajalela, ketika itulah Allah SWT memerintahkan Israfil meniup sangkakala yang menggelegar di seantero alam semesta. Ketika itulah mendadak suhu alam semesta menjadi sangat panas, semua makhluk mati, sementara umat manusia bangkit dari liang kubur untuk dihalau berbondong-bondong ke Padang Mahsyar. Dan tak lama kemudian umat manusia menerima catatan amal mereka diikuti pengadilan Allah SWT untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatan umat manusia.

Begitu terdengar kumandang dahsyat sangkakala Israfil, segenap makhluk Allah SWT kaget dan panik. Saat itulah kiamat benar-benar terjadi. Dan yang paling mengerikan ialah ketika matahari berputar terbalik ke arah timur lalu bertabrakan dengan bulan. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, “Allah Ta’ala akan menggenggam bumi pada hari kiamat dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya, seraya berfirman: Akulah Maharaja, di manakah semua raja di dunia? Allah SWT lalu melipat langit, mengambil seluruh langit dengan kekuasaan-Nya seraya berfirman: Akulah Maharaja, di manakah orang-orang durhaka, penentang dan sombong?”

Dalam surah Az-Zumar ayat 67-68, Allah SWT berfirman, “(Padahal) bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat, dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa saja yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki oleh Allah.”

Gambaran mengenai apa saja yang bakal terjadi di hari “H” kiamat juga diberitakan dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Jurair dari Abu Hurairah.

Setelah Israfil meniup sangkakala dan seluruh makhluk mati, Malaikat Maut pun melapor kepada Allah SWT, “Ya Allah, yang masih hidup hanyalah Engkau, karena Engkau Yang Mahahidup, berdiri sendiri, tidak mati selamanya. Yang juga masih hidup hanya beberapa malaikat, seperti Malaikat Hamlatul ‘Arsy, yang menjaga singgasana Allah, Jibril, Mikail, dan Malaikat Maut.”

Lalu, Allah SWT memerintah Malaikat Maut untuk mematikan Jibril dan Mikail, lalu memerintahkan mematikan Malakat Hamlatul ‘Arsy. Setelah itu Allah SWT memerintah ‘Arsy untuk mencabut sangkakala dari tangan Israfil.

Maka Malaikat Maut pun melapor, ”Ya Allah, semuanya sudah mati. Yang masih hidup hanyalah Engkau, Dzat Yang Mahahidup, dan aku.” Maka Allah pun berfirman, “Engkau adalah salah satu dari makhluk-Ku, maka engkau pun harus mati.” Maka matilah Malaikat Maut, sementara yang hidup hanyalah Allah SWT.

Setelah semua makhluk mati, proses kiamat pun berlanjut. Ketika itu, Allah SWT menghidupkan kembali Malaikat Israfil dan memerintahkannya meniup sangkakala ketiga kalinya untuk menghidupkan kembali semua makhluk yang telah mati.

Waktu antara tiupan pertama dan kedua tidak diketahui. Yang jelas, ketika itu suasana sungguh sunyi senyap, karena semua makhluk mati. Sebuah riwayat mengungkapkan kesenyapan itu. Semua mati, waktu pun tak ada! Menurut Rasulullah SAW, sebagaimana terabadikan dalam hadits riwayat Abu Hurairah, lamanya waktu yang sunyi senyap itu “kira-kira 40”. Tidak dijelaskan, apakah 40 hari, 40 minggu, 40 bulan, 40 tahun, 40 abad....

Dan manakala ruh dikembalikan kepada jasad segenap makhluk, Allah SWT pun berfirman, sebagaimana dikisahkan dalam surah Al-Hajj ayat 7, “Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan. Dan bahwasanya Allah membangkitkan semua makhluk dari dalam kubur.” Lebih mendetail hal itu terungkap dalam surah Ya-Sin ayat 51-52, ”Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya, (menemui) Tuhan mereka. Mereka pun berkata: Aduhai, celakalah kami! Siapa yang membangkitkan kami dari tempat tidur (kubur)? Inikah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan rasul-rasul-Nya?”

Tujuh Golongan yang Dinaungi Allah
Ketika itu, mereka yang beriman dan beramal shalih, terutama para syuhada, tenang-tenang saja. Sebab, mereka tinggal menerima hasil keshalihannya. Tapi manusia kafir, durhaka, berdosa, saat itu benar-benar dirundung malang. Mereka tersiksa oleh suhu yang sangat panas, ibaratnya matahari berada tepat di atas ubun-ubun! Menurut Rasulullah SAW, sebagaimana diceritakan oleh Abu Dawud dan Al-Hakim, “Sesungguhnya matahari (ketika itu) begitu dekat, sehingga keringat seseorang dapat (meleleh) sampai ke telinga. Mengucurnya keringat yang berlelehan itu tergantung dari amal perbuatan seseorang. Semakin banyak dosanya, semakin banyak keringat yang meleleh.”

Karena semua tergantung dari amal perbuatan, tampang dan perilaku manusia pun bermacam-macam. Ada yang ceria, ada yang bermuram durja. “Pada hari itu banyak wajah berseri-seri, tertawa, dan gembira ria.” (QS ‘Abasa: 38-39). Tapi juga, ”Banyak wajah yang tunduk terhina, kepayahan. Dan mereka inilah orang-orang kafir.” (QS Al-Ghasyiah: 2-4).

Tiada lama kemudian segenap umat manusia dihalau berbondong-bondong ke Padang Mahsyar. Ada yang tenang, tersenyum berseri-seri, tapi ada juga yang ketakutan setengah mati sembari meratap-ratap mohon ampunan. Tapi semuanya sudah terlambat. Hari itu sudah tak ada lagi pertolongan.

Bagaimana keadaan mereka? Rasulullah SAW menggambarkanya dalam sebuah hadits riwayat Turmudzi. Ada tiga golongan manusia: yang berjalan kaki, yang berkendaraan, dan yang ”berjalan” dengan kepala. Ada yang kehausan atau sengsara luar biasa, ada yang telanjang bulat.

Meski begitu, Rasulullah SAW masih sempat menyampaikan kabar baik, bagaimana agar umat manusia terhindar dari siksa dan mendapat perlindungan Allah SWT. “Tujuh golongan umat manusia yang dinaungi oleh Allah di hari kiamat ialah: pemimpin yang adil; pemuda yang mengawali keremajaannya dengan beribadah kepada Allah; laki-laki yang hatinya terpaut pada masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul dan berpisah karena Allah; laki-laki yang ketika dirayu oleh perempuan bangsawan lagi rupawan menjawab, ‘Sungguh, aku takut kepada Allah’; mereka yang bersedekah secara diam-diam sehingga tangan kiri tak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanan; dan mereka yang berdzikir kepada Allah di tempat sunyi dengan mencucurkan air mata.”

Dalam kitab Mukhtasyar Tadzrikatul Qurthuby, Imam Abdul Wahab Asy-Sya’rani menulis, umat manusia yang dikumpulkan di Padang Mahsyar terbagi dalam 10 golongan. Pertama, yang menyerupai monyet (karena suka mengadu domba); kedua, yang menyerupai babi (suka makan barang bathil dan haram); ketiga, yang dihalau dalam keadaan terjungkir, berjalan dengan kepala (suka makan riba); keempat, yang dihalau dalam keadaan buta (curang dalam menerapkan hukum); kelima, yang dihalau dalam keadaan tuli dan tak berakal (senang riya’ dan mengagumi diri sendiri).

Keenam, yang dihalau dalam keadaan mengunyah lidah sendiri, sementara lidahnya terjulur sampai ke dada dan dari mulutnya keluar nanah (orator yang ucapannya berbeda dari perilakunya); ketujuh, yang dihalau dalam keadaan terpotong kedua tangan dan kakinya (suka mengganggu tetangga); kedelapan, yang digiring dalam keadaan tersalib di pokok pohon kurma yang berasal dari neraka (mengajak orang membela penguasa yang tidak jujur); kesembilan, yang dihalau dalam keadaan berbau busuk (gemar berzina dan menilap hak Allah); kesepuluh, yang dihalau dalam keadaan mengenakan pakaian dari ter panas (takabur dan sombong).

Sikap seorang Mukmin
Segamblang apa pun tada-tandaya, baik yang diberitakan dalam Al-Quran, yang terungkap dalam hadits Rasiulullah SAW, maupun dalam prediksi para pakar ilmu pengetahuan atau ramalan suku-suku bangsa kuno tertentu, kiamat tetaplah merupakan misteri. Namun, bagi kaum mukmin, misteri itu justru membuat mereka waspada dan lebih mempersiapkan diri menghadapinya.

Keyakinan pada hari akhir sekaligus juga sebagai ujian bagi umat manusia, siapa yang sanggup beriman dan siapa yang berlalai-lalai. Yang jelas, oleh karena semua makhluk Allah SWT adalah fana, tida abadi, semestinya mereka juga maklum bahwa ada saatnya kelak semuanya bakal berakhir. Karena itu, mereka semestinya pula berpasrah diri (muslimun) kepada Allah SWT, sebagaimana salah satu inti ajaran Islam, “Sesungguhnya kita ini milik Allah, dan akan kembali kepada Allah.”

Bukankah pada awalnya alam semesta ini tiada, dan akan kembali kepada ketiadaan? Maka yang tersisa hanyalah harapan agar kelak kita diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah, akhir yang baik. Ya Allah biha, ya Allah biha, ya Allah bihusnil khatimah.... SM, dari berbagai sumber

Read more...

Selasa, 21 April 2009

Laskar Mawar: Kisah para Bidadari Surga dari Palestina


Dalam tekanan penjajahan Israel, telah lama wanita Palestina menjadi pejuang yang tangguh dan tabah. Mereka adalah anak yang menyaksikan ayahnya ditawan, istri yang kehilangan suaminya tanpa jejak, ibu yang menguburkan putranya yang syahid. Akhirnya, mereka menempuh jalan perjuangan baru: meledakkan diri sebagai Laskar Mawar.

Kantor Bulan Sabit Merah di Ramallah bertempat di sebuah gedung tiga lantai bercat putih dengan genting berwarna merah, tak jauh dari pusat kota. Lantai pertama, tempat para petugas menerima panggilan darurat, dilengkapi dengan sebuah sofa dari besi dan kursi-kursi dapur yang mengelilingi sebuah meja kayu rendah yang telah kusam. Di sudut ruangan, sebuah televisi tengah menyiarkan saluran pemerintah Palestina, yang memonitor semua peristiwa di sepanjang Tepi Barat dan Jalur Gaza, dan menyiarkan berita serta laporan setiap jamnya.

Wafa Idris
Hari itu, ada lima anggota Bulan Sabit Merah yang bertugas menerima panggilan darurat, tiga leleaki dan dua perempuan, yang tampaknya sudah saling kenal dekat. Antara lain, Tared Abed, 27, Ahlam Nasser, 23, Nassam Al-Battouni, 22, Bilal Saleh, 23, dan Wafa Idris, 25 tahun. Mereka terus bercanda.

Dari semua relawan, Wafa-lah yang paling banyak bergerak. Ia bermain-main dengan tali karet besar yang elastis, dan mengayun-ayunkannya seperti ketapel ke arah teman-temannya sambil bercanda.
Wafa adalah seorang wanita muda yang berpostur tinggi dengan rambut hitam panjang, dicat dengan henna. Wajahnya yang bulat dihiasi make-up tipis sehingga matanya yang berwarna gelap dan bibirnya yang menyerupai busur panah itu semakin tampak jelas. Di kepalanya bertengger sebuah topi beludru warna hitam. Ia begitu cantik dan ramah. 

Pernah beberapa wartawan Barat mengajaknya kencan, tapi sebagai muslimah ia menolak ajakan mereka.
Tiba-tiba, televisi menyiarkan gambar seorang lelaki dengan kepala dan wajah terbungkus kafayeh bermotif kota-kotak merah putih. Ia berbicara bahasa Arab, sambil menyandang senapan di salah satu tangannya dan Al-Quran di tangannya yang lain.

Walau semua temannya yang lain terus teratwa dan bercanda, wajah Wafa berubah serius. 
Lelaki di televisi itu mengatakan, dirinya akan berjihad dengan meledakkan dirinya di salah satu wilayah pendudukan Israel. 

Wafa terdiam di kursinya. Ia menghayati setiap patah kata sang calon syahid yang hendak bertempur. Dagunya menengang, sikapnya khidmat, tenang, dan tak bergerak. Sampai lelaki di layar kaca itu mengakhiri pernyataannya dengan mengucapkan selamat tinggal kepada penduduk Palestina, teman-temannya, dan keluarganya. 

Setelah pelaku bom bunuh diri itu mengakhiri pidatonya, tiba-tiba Wafa mengangkat tangan kanannya dan melambai.

Sebulan kemudian, di pagi hari, tepatnya 27 Januari 2002, lebih dari seribu wanita Palestina berbondong-bondong datang untuk mendengarkan pidato Yasser Arafat di kampnya di Ramallah. 

Dalam keadaan dijaga oleh para pengawal dan penasihat setianya yang selalu siaga, ia menegaskan bahwa kaum wanita tidak hanya diterima, tetapi juga diharapkan bisa berpartisipasi dalam perlawanan bersenjata menentang pendudukan Israel. “Kalian adalah Pasukan Mawarku, yang akan menghancurkan tank-tank Israel. Syahidah siap sepenuhnya menuju Yerusalem....”

Ia mengulang-ulangi kalimat itu, hingga para pendengar dengan tangan terkepal ke atas turut berteriak, “Syahidah... syahidah... tunggulah Yerusalem.. Akan kami berikan darah dan jiwa kami kepadamu dan Palestina....”

Lalu, sambil membentangkan kedua tangannya ke arah kerumunan wanita dan gadis-gadis muda itu, ia berkata, “Kalian adalah harapan Palestina. Kalian akan membebaskan para suami, para ayah, dan putra-putra kalian dari penindasan. Kalian akan mengorbankan diri sebagaimana kalian senantaisa mengorbankan diri bagi keluarga kalian...”

Maka, tak berapa lama, siang harinya, terdengar berita heroik itu.... Wafa, putri Palestina yang cantik itu, meledakkan dirinya hingga berkeping-keping di tengah kota Yerusalem di sebuah pusat perbelanjaan, menewaskan seorang lelaki Israel, dan melukai 131 orang yang lalu lalang.
Wafa Idris adalah wanita pertama yang meledakkan dirinya. Ia melakukan kamikaze atas nama perjuangan rakyat Palestina. 

Beritanya segera menyebar. Para pengamat politik maupun pakar psikologis pun berlomba mengeluarkan pendapat. Salah satunya Adel Sadew, psikiater yang mengepalai Departemen Psikiatri, Universitas Kairo. Ia menyamakan Wafa Idris dengan Yesus Kristus.

“Mungkin kalian dilahirkan di kota yang sama, lingkungan yang sama, dan rumah yang sama. Mungkin kalian makan dari piring yang sama, atau minum dari cangkir yang sama, air yang mengalir dari nadi-nadi kota suci, dan yang menempatkan seorang anak di rahim Maryam. Mungkin Roh Kudus yang sama telah menempatkan Syahidah Wafa dan membungkus tubuh sucinya dengan dinamit. Dari rahim Maryam, lahir seorang martir yang menghapuskan penindasan, sedangkan tubuh Wafa menjadi pecahan peluru yang menghapuskan keputusasaan dan menjaga tumbuhnya harapan....”

Darine Abu Aisha
Cerita kesyahidan para syahidah tak berhenti sampai di situ. Muncul lagi syahidah-syahidah yang lain. Di antaranya Darine Abu Aisha, 20, gadis manis yang cerdas, mahasiswi Universitas An-Najah, Nablus. Ia anak bungsu dari tujuh bersaudara, dari pasangan Mohammad dan Nabila Aisha. 

Suatu hari, di pos pemeriksaan dekat Nablus, ada antrean yang biasanya harus dijalani warga Palestina agar bisa lewat, dan Darine berada di antrean yang tak jauh dari bagian depan, dekat dengan teman baik dan sepupunya, Rashid.

Di sebelah mereka ada seorang perempuan yang menggendong bayi yang sedang terserang demam tinggi. Tentara penjaga tidak mengizinkan perempuan itu lewat terlebih dahulu menuju ambulans dan segera membawa bayinya ke rumah sakit terdekat.

Bayi itu hampir mati, telah membiru karena kurang udara. Walaupun mendengar permohonan dari orang-orang yang menyaksikan tragedi tersebut, tentara-tentara itu bersikeras menolak membuat perkecualian apa pun hingga semua surat selesai diperiksa. Mereka melarang perempuan itu mendahului Darine dan sepupunya.

Darine kemudian menjelaskan kepada tentara-tentara tersebut dalam bahasa Inggris bahwa ia bertindak sebagai juru bicara perempuan itu. Beberapa tentara Israel mulai berbisik dan saling tertawa. Salah seorang mendekati Darine dan berkata bahwa mereka akan mengizinkan perempuan itu lewat jika sepupu Darine, yaitu Rashid, mencium bibir Darine. 

Darine adalah muslimah yang taat. Tentu ia tidak mungkin melakukan itu. Ia berusaha berunding denagn tentara itu dan menjelaskan bahwa ia adalah muslimah yang taat, yang tidak mungkin mengizinkan lelaki yang bukan suaminya menciumnya.

Tanpa peringatan, salah seorang di antara tentara itu merenggut jilbab Darine. Tentu Darine merasa terhina. Tetapi, saat itu, bayi tadi telah sangat kesulitan bernapas, dan ibunya menjerit-jerit. Maka Darine menyuruh Rashid cepat-cepat mencium bibirnya, sehingga bayi itu bisa diselamatkan. Sebagaimana yang telah dijanjikan, mereka mengizinkan perempuan itu dan bayinya menuju ambulans, yang sudah menunggu.
Merasa terhina atas sikap penjajahan Israel tersebut, Darine pun memutuskan untuk melakukan aksi syahid.
Bebepa menit sebelum dia meledakkan sabuk bom di pos pemeriksaan Maccabin dekat Yerusalem, Darine menelepon ibunya untuk meminta maaf karena telah menyelinap keluar rumah tanpa izin, dan baru mengucapkan selamat tinggal. Dalam konteks Palestina saat ini, ucapan “selamat tinggal” identik dengan perpisahan menuju jihad.

Sikap yang tampak sederhana itu, menelepon untuk meminta maaf karena telah menyelinap keluar rumah tanpa izin, begitu mengesankan. Bagi Darine, menyelinap keluar rumah tanpa izin itu lebih buruk, sehingga meminta maaf adalah hal yang lebih penting daripada memberitahukan bahwa ia akan segera berangkat ke jalan menuju surga....

Ibunya berusaha mencegahnya. “Aku mencintaimu. Aku menyayangimu. Engkau adalah jantung hatiku... jangan kau lakukan itu...”
Tetapi ketentuan Tuhan berkata lain.

Ayat Al-Akhras
Kisah lainnya yang tak kalah heroik dilakukan oleh Ayat Al-Akhras, seorang gadis remaja yang cantik. Sebelum melakukan aksi syahidah, Ayat memberikan pesan. Berbalut busana muslimah hitam, dengan kafayeh khas Palestina, ia membacakan pesannya dengan suara lembut di televisi, dua jam sebelum aksi syahidnya. Ia memulai wasiatnya dengan membaca Bismillah.

“Wahai Al-Quds… wahai Al-Quds… wahai Palestina… wahai Palestina… aku melakukan ini semata-mata untuk mencari keridhaan Allah SWT. Dan kepada para penguasa Arab, kalian telah cukup tidur. Bangunlah. Laksanakan kewajiban kalian terhadap Palestina.” Itulah sebagian kutipan pesannya. 
Dengan bahasa Arab yang fasih, Ayat terus membacakan wasiatnya. Akhirnya, ia meneriakkan takbir, “Allahu Akbar!”

Tampaknya ia ingin segera mengakhiri wasiatnya dan sudah tidak sabar lagi ingin melakukan aksinya, menetukan pilihannya untuk menjadi bidadari surga. Tangannya melambai, untuk terakhir kalinya. 
Ayat tumbuh di tengah kisah-kisah agresi Israel dan terusirnya bangsa Palestina dari tanah kelahirannya. Ibunya, Khdra Kattous, dan ayahnya, Mohamme Al-Akhras, lahir dan tumbuh di tenda pengungsian di Jalur Gaza. Orangtuanya tinggal di sana dari perkampungan Arab di dekat Tel Aviv pada akhir perang 1948.

Hari itu, subuh baru saja usai. Ayat Al-Akhras kembali mambaca Al-Quran. Ayat-ayat jihad dibacanya berulang-ulang dengan nada bergetar, sesekali ia berhenti menahan isak tangis.
Menjelang pukul 06.00 waktu Palestina, ia menulis sesuatu di meja belajar. Sejurus kemudian Ayat sudah berseragam dan bergegas ke dapur untuk menemui ibunya.

Kepada ibunya, ia pamit hendak pergi ke sekolah. “Ada tugas tambahan, hari ini boleh jadi merupakan saat terpenting dalam hidup ini. Saya mohon doa restu Ibu,” ucapnya dengan mata berbinar.
Ibunya tersekat, dia sedikit bingung, heran, dan kaget melihat tingkah putrinya. “Semoga Allah selalu melindungi dan merahmatimu, anakku. Tapi, bukankah Jum’at hari libur?”

“Hanya doa Ibu yang nanda harap,” jawabnya. Ayat tak lagi berkata-kata, ia hanya tersenyum, mencium tangan sang ibu, lalu memeluknya erat. Kemudian ia menarik tangan adiknya, Sama’ah, 10. Mereka pun sama-sama bergegas pergi ke sekolah.

Beberapa jam kemudian, pukul 10.00 waktu setempat, Radio Israel memberitakan ledakan bom di Supermarket Nataynya, dekat Yerusalem. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang tewas dan lebih dari 40 orang luka-luka. Jantung ibunda Al-Akhras berdegup kencang menyimak kabar itu. “Jangan-jangan dia…,” bisiknya saat itu.

Firasatnya menguat manakala dia mendapatkan Samaah pulang sendirian sambil terisak-isak. Dia tak tahu persis ke mana sang kakak pergi. Ayat, kata dia hanya berpesan, “Jangan cemas dan takut, Allah selalu bersama orang-orang beriman, sampaikan salam buat semuanya, dan berdoalah, mudah-mudahan Allah memberi pengampunan dan kemenangan!”

Di kamp pengungsian, ibunda Al-Akhras cemas dengan nasib anaknya. Bathinnya bertanya-tanya, “Ke mana dia pergi? Apakah dia sudah mewujudkan impiannya menjadi syahidah?”

Pertanyaan lain bermunculan di benaknya. “Bagiamana dengan impiannya yang lain? Soal pinangan, rencana pernikahan, gaun pengantin yang sudah dijahitnya sendiri? Bukankah dia juga bercita-cita untuk melahirkan anak-anak, kemudian membina mereka menjadi mujahid-mijahid tangguh?”

Sementara pikiran bertanya tanya, qalbunya mendapat isyarat bahwa calon mempelai itu telah syahid dalam aksi bom.

“Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT mencatatnya sebagai syahidah. Mudah-mudahan dia juga bisa menjadi pengantin Palestina yang bisa melahirkan kehormatan dan kemerdekaan bagi umat dan bangsanya,” demikian ucapan sang ibu ketika mendapat kepastian beritanya.

Sebelumnya, Issa Farah dan Saa’id, dua sahabat Al-Akhras, gugur diterjang peluru helikopter Israel.
Ayat Al-Akhras, yang lahir 20 Februari 1985 di Kamp Dheishes, tercatat sebagai siswa kelas tiga sekolah menengah atas. Ia, menurut ABC News, termasuk anak yang rajin belajar dan cerdas. Sampai saat-saat menjelang syahidnya, ia masih rajin menasihati teman-temannya untuk terus belajar dan belajar. 

“Penguasaan ilmu dan teknologi amat penting, dan diperlukan untuk mendukung perjuangan kita, apa pun bentuknya.”

Hayfaa, teman baiknya, berujar, “Dia selalu menasihati kami bahwa belajar harus tetap berjalan meski bahaya dan rintangan mengancam di sekeliling kita.” 

Tentang jihad, Ayat berkata, ”Jihad itu kewajiban setiap muslim, termasuk wanita. Mengapa kita harus membiarkan nyawa kita terenggut sia-sia oleh kebiadaban Zionis Israel?” Kematian seorang mujahid, kata dia, akan membangkitkan keberanian mujahid-mujahid lainnya, bukan sebaliknya.

Meski tahu bahwa syahidah adalah cita-cita tertinggi anaknya, ibunda Al-Akhras tetap saja merasa kehilangan. Dengan air mata berlinang, dia mengulang kata-kata sang anak ketika berdiskusi soal kewajiban jihad bagi setiap muslim warga Palestina.

“Apa nikmatnya hidup di dunia ketika kematian selalu mengintai kita? Mana yang lebih indah, mati dalam ketidakberdayaan dan kehinaan, atau gugur di medan jihad?”

Sama’ah, adik sepupu sekaligus teman terdekat Ayat, merasakan hal yang sama. Sambil menangis dia berkisah tentang saat-saat terakhir bertemu dengannya. “Saya lihat cahaya di mukanya dan rona kebahagiaan tak pernah dilihat sebelumnya.” 

Saat itu, kata Sama’ah, sambil memberi sepotong cokelat manis Ayat berkata lirih, “Shalat dan doakan agar Kakak sukses melaksanakan tugas suci ini.” “Tugas apa?” Sama’ah bertanya. 

“Hari ini kamu akan mendengar berita baik. Mungkin inilah hari terbaik dalam hidupku. Inilah hari yang lama aku nantikan. Tolong sampaikan salam hormatku pada Akh Shaadi,” tutur Ayat sambil memberikan secarik kertas.

Shaadi Abu Laan, 20, calon suami Ayat, termangu beberapa saat ketika kabar itu sampai kepadanya. Dia nyaris tak percaya Ayat pergi begitu cepat mendahuluinya. “Juli ini,” kata Shaadi, “kami sudah berencana untuk resmi berumah tangga, begitu Ayat lulus ujian. Kami akan menempati rumah sederhana yang belum didekor.”

Mereka sudah satu setengah tahun ber-khitbah (saling meminang). Keduanya bahkan telah menyiapkan nama “Adiyy” untuk bayi pertamanya. “Allah ternyata punya rencana lain,” ucap Shaadi. “Semoga kami bisa berjumpa di surga kelak, dia mencintai agamanya lebih dari apa pun.”Ya, Ayat Al-Akhras lebih memilih menjadi bidadari di surga. Semoga Allah SWT mengabulkannya. SM



Read more...

Keterlibatan Umat Islam dalam Militer Inggris


“Pencapaian yang hebat ketika kerja dan kontribusi jawatan personel Muslim di dalam maupun di luar angkatan bersenjata mulai diakui...”
 

Menteri Pertahanan Inggris, Bob Ainsworth meminta kepada warga muslim Inggris untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Inggris.


"Sebagai warga yang majemuk, pasukan angkatan darat, laut, dan angkatan udara sangat penting untuk merefleksikan beragam komunitas masyarakat setempat. Untuk itu saya minta kepada umat Islam Inggris agar bergabung dengan angkatan bersenjata Inggris, mengingat kerjasama yang solid dengan angkatan bersenjata Inggris merupakan hal positif bagi masyarakat Inggris dan tentunya juga dapat menjadi sesuatu yang positif bagi umat Islam itu sendiri," tutur Ainsworth, saat Konfrensi Angkatan Bersenjata Muslim Inggris, Jumat (3/4). 

Pernyataan Menteri Pertahanan tersebut muncul setelah akhir bulan lalu di Luton, resimen tentara Royal Anglian yang baru pulang dari Iraq, mendapat sambutan aksi demonstrasi dari sekelompok umat Islam yang menentang keberadaan tentara Inggris di Iraq.

Ainsworth menilai bahwa protes yang dilakukan sekelompok umat Islam itu sebagai aksi ekstremis, yang bisa dikatakan merekalah "musuh sejati masyarakat Inggris", bukan umat Islam Inggris pada umumnya. "Ada musuh di dalam masyarakat kita, tetapi musuh tersebut bukan komunitas Muslim di negara ini, melainkan musuh tersebut adalah para ekstrimis dalam segala aspek,” tegas Ainsworth.

Menurutnya, “Kelompok ekstrim itulah yang tidak siap untuk ikut serta dalam dialog secara logis dan objektif untuk mencoba mengubah cara hidup mereka, serta tidak siap untuk menggunakan hak politik, tetapi lebih memilih meneriakkan kekerasan, mengancam dan meneror masyarakat, dan yang paling ekstrim adalah membunuh orang-orang yang tidak bersalah.”

Kemudian masih dalam kesempatan yang sama, Ainsworth mengatakan bahwa tentang komunitas Muslim di timur laut, di daerah pemilihan parlemennya, nilai-nilai yang mereka pegang adalah nilai-nilai yang sama dengan kemiliteran, tugas, pengorbanan dan melayani orang lain. Itulah sebabnya harus ada wacana mudah di dalam angkatan bersenjata Muslim”.

Imam Asim Hafiz, pemuka tentara Muslim yang hadir dalam acara tersebut juga menyampaikan argumennya dengan mengutip MoD bahwa, “Pencapaian yang hebat ketika kerja dan kontribusi jawatan personel Muslim di dalam maupun di luar angkatan bersenjata mulai diakui. Sangat dimungkinkan menjadi seorang warga negara Muslim Inggris dan melayani negara kita di dalam angkatan bersenjata”

Kini, lebih dari 390 Muslim telah bergabung dan bertugas dalam pasukan angkatan bersenjata Inggris. Sementara itu, Guru Agama Islam bagi tentara Inggris yang Muslim pertama kali bergabung dalam pasukan bersenjata pada tahun 2005. SEL, dari berbagai sumber



Read more...

Masjid Keempat Umat Islam Dunia



Ide untuk membangun masjid yang terletak di Islamabad, Pakistan ini bermula pada tahun 1966, ketika Raja Faisal bin Abdul Aziz dari Arab Saudi mengadakan lawatan ke Islamabad. Melihat potensi letak geografis Pakistan kala itu, sang raja kemudian mengusulkan kepada pemerintah Pakistan untuk membangun sebuah masjid baru yang dapat menjadi ikon kota tersebut. 

 

Menariknya, proses pemilihan arsiteknya mengaudisi sebanyak 43 arsitektur ternama dari 17 negara. Setelah memakan waktu selama 4 hari, Vedat Dalokay, seorang arsitek asal Turki, akhirnya dipercaya untuk mendesain masjid yang direncanakan itu. Pembangunan yang mendapat sumbangan penuh dari kerajaan Arab Saudi hingga lebih dari 130 juta riyal Arab atau 120 juta USD, menjadikan masjid tersebut berdiri sangat megah nan kokoh.

Gedung utama bagian dalam mampu menampung 200 ribu jamaah, sementara bagian teras serta aulanya dapat menampung hingga 100 ribu jemaah. Masjid yang berdiri di atas areal seluas 5.000 meter persegi ini, secara arsitektural, memadukan gaya Asia Selatan, Arab, dan Turki, sehingga terkesan sangat spektakuler. Di atap masjid terdapat lampu hias raksasa seberat 75 ton. Selain itu, di atap masjid juga terdapat 1.000 buah lampu gelembung yang penggunaannya didesain secara elektronik.

Raja Faisal saat itu benar-benar berperan penting dalam proses pembiayaannya. Itulah sebabnya, untuk menghormatinya, panitia mengabadikan nama sang raja pada masjid, yang pembangunannya baru selesai tahun 1986.

Setelah 17 tahun dibangun, akhirnya resmilah masjid itu digunakan. Bahkan dijadikan pusat kegiatan Universitas Islam Internasional (UII) yang mencakup perpustakaan, museum, ruang perkuliahan, kafetaria, dan asrama yang mampu menampung sekitar 700 mahasiswa.

Di dekat masjid juga terdapat makam Muhammad Zia Ul Haq, mantan Presiden Pakistan. Keberadaan makam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Mereka tidak hanya jamaah masjid, tapi juga wisatawan dari berbagai negara di dunia.

Karena tidak memiliki kubah tradisional, perancang menggantinya dengan bangunan spektakuler lain, yakni sebuah bangunan mirip kubah kulit kerang sebanyak delapan buah masing-masing setinggi 40 meter. Menurut perancangnya, kubah tersebut menggambarkan tenda khas padang pasir. Kubah unik itu ditopang oleh empat balok raksasa yang ada di dalam masjid. 

Sementara, di luar masjid terdapat empat buah tiang raksasa setinggi 90 meter yang mengapit seluruh bangunan masjid, dan berfungsi sebagai menara masjid. 


Membicarakan kemegahan masjid Shah Faisal memang seperti tak pernah ada habisnya. Tak pelak, masjid megah berdesain unik dan indah yang berada persis di belakang Bukit Margalla yang sangat menawan itu, kerap disejajarkan dengan tiga masjid tersuci di dunia, yakni Masjidil Haram (Makkah), Masjid Nabawi (Madinah), dan Masjid Al-Aqsa (Palestina). SEL, dari berbagai sumber.


Read more...

Nenek Obama Selamat dari Pemurtadan


“.... Ketika mengetahui bahwa mereka berencana membaptisku, aku menolak untuk datang,” kata Sarah.

 


Aksi misionaris Protestan semakin menjadi-jadi di berbagai belahan dunia. Tak terkecuali terhadap kaum intelektual maupun elite, yang belakangan terabaikan lantaran selama ini mereka hanya membidik umat Islam di wilayah pelosok dan terpencil. 


Sabtu (18/4), Gereja Protestan Advent Hari Ketujuh, yang ada di sebelah barat kota Kisumu, Kenya, Afrika Timur, mengundang Sarah Obama untuk hadir dalam sebuah upacara akbar di gereja tersebut, untuk mengikuti pembaptisan.


Tentu saja, nenek Obama ini terkejut dan langsung menolak undangan itu. “Ketika mengetahui bahwa mereka berencana membaptisku, aku menolak untuk datang,” kata Sarah. 


Menurut Said Obama, saudara tiri Presiden Obama, Pastor Gereja Protestan Advent Hari Ketujuh selalu datang ke rumah Sarah di Kogelo, untuk melakukan pendekatan kepadanya dan mengajaknya memeluk Protestan. 


Upaya pemurtadan yang dilakukan terhadap Sarah oleh Gereja Advent Hari Ketujuh itu menuai reaksi keras umat Islam di negara berpenduduk 32 juta jiwa itu. Bahkan Majelis Ulama dan Imam Kenya mengecam rencana pemurtadan yang dilakukan Gereja Advent Hari Ketujuh terhadap Sarah ataupun muslim lainnya.


Seperti dilansir kantor berita AFP, Mantan Sekretaris Dewan Imam di Kenya, Syaikh Mohamed Khalifa, menilai, upaya yang dilakukan pihak gereja itu merupakan bentuk provokasi, yang telah memancing kegusaran umat Islam Kenya. Pemerintah harus mengambil tindakan tegas.


"Saya menyesalkan upaya yang dilakukan pihak gereja terhadap Mama Sarah untuk berpindah agama. Dan kami tidak akan tinggal diam, kami akan melindungi umat dan agama kami,'' kata Syaikh Khalifa.


Keluarga ayah Presiden Obama di Kenya memang beragama Islam. Tak mengherankan jika sekitar 11 persen rakyat Amerika Serikat masih berpersepsi bahwa presiden yang benama lengkap Barack Husein Obama itu seorang muslim. SL, dari berbagai sumber


Read more...

Kamis, 16 April 2009

200 Masjid di Makkah Salah Kiblat


Ada 200 masjid tua di Makkah tidak menghadap arah kiblat dengan tepat. Khususnya di distrik Al-Mansour, At-Tandbawi, dan As-Sittin.
Semua muslim di dunia diwajibkan menghadap kiblat dalam setiap shalatnya. Kiblat berasal dari bahasa Arab yang menunjukkan posisi arah untuk shalat. Tentunnya masjid di mana pun harus menghadap Ka'bah, sebuah bangunan berbentuk kubus berselimut warna hitam, sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia, yang berlokasi di pusat Masjidil Haram.

Namun berbeda dengan yang terjadi di Makkah, kota yang terdapat bangunan Ka’bah. Salah satu surat kabar Saudi melaporkan, ada 200 masjid tua di Makkah tidak menghadap arah kiblat dengan tepat. Khususnya di distrik Al-Mansour, At-Tandbawi, dan As-Sittin. Arah kiblat di beberapa masjid mengarah ke sayap barat Masjidil Haram, sementara yang lain condong ke arah distrik Al-Misfala.

Walhasil kekeliruan tersebut tentu saja juga membuat ratusan umat muslim Mekkah yang shalat di masjid-masjid tersebut salah menghadap kiblat.

Kesalahan tersebut diketahui setelah masyarakat setempat mengamati beberapa masjid tua yang dibangun sekitar 50 tahun yang lalu. Pengamatan dilakukan dari puncak tertinggi sebuah gedung pencakar langit yang baru selesai dibangun dan berlokasi di bagian barat Arab Saudi.

Senada dengan yang dilaporkan wartawan BBC Sebastian Usher, sejumlah warga Arab Saudi sengaja memperhatikan dari gedung pencakar langit dan menemukan lokasi mihrab di sebagian masjid tersebut salah arah kiblat.

Pada saat masjid-masjid tersebut dibangun, digunakan perkiraan kasar arah kiblat, karena saat itu belum ada alat yang akurat seperti kompas untuk mencari arah kiblat.

Seperti yang dilansir oleh Muhammad Ibrahim, seorang muadzin di salah satu masjid di distrik Al-Mansoura, sebagian besar masjid yang ada di daerah ini adalah bangunan lama dan waktu menentukan arah kiblatnya pun hanya menggunakan perkiraan.

Sekretaris Deputi Kementerian Hubungan Islam, Tawfik al-Sudairy, mencoba meredakan masalah dan keresahan warga yang meragukan ibadah mereka.

“Sebenarnya tak ada kesalahan yang fatal, sebab hal tersebut terjadi karena ketidaksengajaan. Dan kami telah melakukan pengoreksian arah kiblat pada beberapa masjid tua dengan menggunakan teknologi modern,'' kata Tawfik, seperti yang dilaporkan surat kabar yang lain. SEL, dari berbagai sumber




Read more...

OKI Membentuk Komisi HAM

Seolah menjawab tudingan lembaga HAM Internasional Amnesty International dan Human Rights Watch yang selama ini diarahkan kepada negara-negara muslim sebagai negara yang kerap melanggar HAM, Organisasi Konferensi Islam (OKI), yang beranggotakan 57 negara muslim, membentuk Komisi Hak Asasi Manusia.

Seperti yang disampaikan Sekjen OKI, Eklemeddin Ihsanoglu, saat pertemuan di markas besar OKI, di Jeddah, Arab Saudi, Senin (13/4). Menurutnya, hak asasi manusia adalah bagian integral Islam dan komponen utama budaya dan warisan Islam itu sendiri.

Ya, hukum Islam memberikan perlindungan kepada kaum perempuan dan kelompok-kelompok masyarakat yang lemah, seperti para lansia dan anak-anak yatim piatu. Sebaliknya, justru negara-negara Barat yang banyak melakukan pelanggaran HAM dan kejahatan kemanusiaan di negeri-negeri muslim. Ironisnya, organisasi-organisasi HAM internasional itu tidak mengkritisinya.

Untuk melancarkan pembentukan Komisi Hak Asasi Manusia, OKI akan meminta bantuan kepada Kantor Komisi Tinggi HAM PBB dan Institute for Human Rights di Jenewa. Menurut Ihsanoglu, dengan adanya komisi tersebut, negara-negara anggota OKI akan terdorong untuk melakukan reformasi, baik dari aspek politik maupun intelektual.

"Komisi HAM OKI akan mempromosikan toleransi, kebebasan fundamental, pemerintahan yang bersih, penegakan hukum, akuntabilitas, keterbukaan, dan dialog dengan sesama penganut agama lain, menolak ekstremisme dan fanatisme, serta memperkuat kebanggaan seseorang terhadap identitas muslimnya," kata Ihsanoglu. SEL, dari berbagai sumber

Read more...

Amerika Kembali Merangkul Dunia Islam

“Terorisme tak dapat diterima di lingkungan mana pun,” kata Barack Obama ketika berkunjung ke Turki. Ini kali pertama orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu berkunjung ke negara muslim.

Selain untuk kepentingan regional, khususnya ekonomi dan diplomatik, serta mengingat status Turki sebagai negara demokrasi sekuler yang berupaya menjadi anggota Uni Eropa, dengan kunjungan bilateral tersebut Obama ingin merajut hubungan dengan dunia muslim, yang dalam hal ini diawali dengan Turki, setelah kemarahan umat Islam atas invasi AS ke Irak dan perang di Afghanistan.

Kemitraan AS dengan dunia muslim sangat penting, demi mengeliminasi ideologi fanatik dan menghancurkan terorisme, yang ditolak semua orang dari semua keyakinan. Oleh karenanya, AS berupaya menjalin hubungan secara luas atas dasar saling menguntungkan dan menghormati antara kedua belah pihak. Demikian kata Obama di depan parlemen Turki.

Hal ini selaras dengan hasil polling yang diadakan oleh Washington Post-ABC News pada 26-29 Maret lalu. Dengan jumlah sampel yang mencapai seribu orang dewasa yang dipilih secara acak, hasil penelitian itu membuktikan bahwa pandangan sebagian besar masyarakat AS terhadap Islam mulai membaik.

Bahkan sekitar 52 persen masyarakat AS mendukung kebijakan Presiden Barack Obama untuk memperbaiki hubungan dengan dunia Islam. Mereka menilai, sangat penting bagi pemerintahan negeri Paman Sam untuk kembali merajut hubungan dengan negara-negara muslim.

(majalah alkisah/Ichsan Suhendra, dari berbagai sumber)




Read more...

Minggu, 29 Maret 2009

Yahudi..bukan Bani Israil

Bani Israil disebut di dalam kitab suci Al-Quran sebanyak 42 kali. Nabi Musa 129 kali dan Isa Al-Masih 23 kali. Sedang nama Islam disebut dalam Al-Quran sebanyak enam kali dan nama Nabi Muhammad SAW disebut empat kali. Ini menunjukkan bertapa besar toleransi Islam terhadap agama-agama lainnya.
Syaikh Sya’rawi (almarhum) adalah 'alim ulama besar, pakar dan rujukan utama di Timur Tengah dalam membahas ilmu tafsir. Ia dikenal tangkas dan memiliki ciri khas yang mengagumkan dalam mengupas tema-tema yang bersangkutan dengan ilmu tafsir Al-Quran pada ceramah-ceramahnya yang selalu disajikan di teve-teve Arab.
Saya masih ingat, ia pernah mengupas di salah satu ceramahnya, pertama, perihal kebiadaban, kekejaman, dan kezhaliman Yahudi, yang dipaksakan diterima rakyat Palestina.
Kedua, tentang kembalinya warga Yahudi dari seluruh dunia, dan diberikannya hak prioritas kepada siapa pun warga Yahudi di mana pun berada yang ingin kembali ke Israel walaupun warga Yahudi tersebut sebelumnya tidak pernah menginjakkan kakinya di tanah Palestina. Sehingga mereka berkumpul dan bercampur baur membentuk suatu kekuasaan di atas kekuasaan. Pula diberikan kepada mereka rekomendasi dari Barat, terutama dari Amerika dan Inggris, dan hak prioritas penuh untuk mendirikan sebuah negara di tanah Palestina khusus bagi kaum Yahudi yang tercerai berai di seluruh dunia sesuai dengan yang diangan-angani gerakan zionisme yang didirikan Theodore Herzl pada tahun 1896.
Ini semua, menurut Syaikh Sya’rawi, merupakan suatu hikmah Ilahi dan hal yang sangat penting demi membuktikan janji Allah bagi hamba-hamba-Nya yang shalih dan beriman bahwa mereka kelak akan mendapatkan kemenangan yang gemilang. Menurutnya, jika orang-orang Yahudi tidak kembali berkumpul dan bercampur baur di satu tempat, bagaimana mereka akan dibinasakan sehabis-habisnya dengan apa yang mereka kuasai?
Kita, sebagai muslim, berkeyakinan sesuai dengan ajaran yang ada dalam Al-Quran bahwa, di akhir zaman sebelum kedatangan Isa Al-Masih, orang-orang Yahudi yang telah terusir, bercerai berai, dan berpindah ke seluruh pelosok dunia, akan berkumpul kembali ke tempat asal mereka di Palestina. Inilah yang sekarang kita saksikan, seluruh orang Yahudi berkumpul dan bercampur baur setelah mereka bercerai berai, sesuai dengan firman Allah, “Dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil, ‘Diamlah di negeri ini, maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kalian dalam keadaan bercampur baur’.” (Al-Isra’: 104).

Terusir dari Mesir
Keyakinan ini tentu bermula di saat Nabi Musa AS dan pengikutnya dari Bani Israil, atau yang disebut dalam Al-Quran “Ashbath”, diusir dan keluar dari Mesir. Dalam bahasa Arab, Ahsbath artinya julukan khusus yang diberikan kepada pengikut Nabi Musa AS yang berasal dari dua belas keturunan Nabi Yakub.
Nabi Musa dan pengikutnya (dua belas kabilah Bani Israil) keluar dari Mesir karena diusir dan dikejar-kejar oleh Fira’un. “Kemudian Fir’aun hendak mengusir mereka (Musa dan pengikutnya) dari bumi (Mesir) itu, maka Kami tenggelamkan dia serta orang orang yang bersama-sama dia seluruhnya.” (Al-Isra’: 103). Setelah itu Nabi Musa dan pengikutnya menuju kota Sina dan menetap selama empat puluh hari sampai beliau wafat di sana.
Kemudian adiknya, Nabi Harun AS, melanjutkan perjuangannya sebagai pemimpin Ashbath Bani Israil. Beliau dan rombongan berangkat ke Palestina. Di sana Harun mendirikan dua kerajaan kecil. Pertama kerajaan di sebelah selatan Palestina, yang terdiri dari dua kabilah, yaitu kabilah Benyamin dan Yahudha, dan kerajaan yang kedua di sebelah utara, terdiri dari sepuluh kabilah lainya.
Pada tahun 721 SM, Kerajaan Babilon menyerang bagian utara Kerajaan Yahudi dan menguasinya. Mulai saat itu terpecah-belahlah bangsa Yahudi dan bercerai-berailah kabilah kabilah Yahudi ke seluruh pelosok dunia. Sebagian di antara mereka ada yang dibawa ke Irak dijadikan tawanan. Yahudi Orthodox sampai sekarang masih beranggapan bahwa kabilah-kabilah yang berasal dari kerajaan bagian utara adalah kabilah-kabilah Yahudi yang hilang, dan mereka kelak akan muncul dan kembali lagi bercampur baur.
Ahli sejarah beranggapan, dari sepuluh kabilah yahudi yang bercerai berai, mereka telah berpindah ke seluruh pelosok dunia. Di antaranya ke Asia, Afrika, Rusia, dan negara-negara Arab. Ada lagi di antara mereka yang menetap di Afrika sampai sekarang, yaitu kabilah Flasha di Ethiopia dan kabilah Yambah di Zimbabwe dan Afrika Selatan.
Dan yang lainnya ada yang berpindah ke Jazirah Arab, seperti ke Bahrain, Khaibar, Madinah, dan Yemen. Juga ada lagi yang pindah ke Asia, seperti ke Iran, Cina, Jepang, dan Burma. Sebagian ada juga yang berpindah ke Rusia dan Eropa.
Nah, sekarang kita bisa melihat sendiri, semua orang Yahudi yang telah berpindah, bercerai berai, dan hilang, datang kembali dari seluruh dunia, berkumpul di satu tempat, dan membentuk satu negara: Israel. Perkumpulan dan kembalinya Ashbat Yahudi ke tanah Palestina merupakan suatu hikmah dan hal yang sangat penting demi membuktikan ketepatan janji Allah bagi hamba-Nya yang shalih dan beriman bahwa mereka akan mendapat kemenangan yang gemilang di masa mendatang. Insya Allah.
Karena, sekali lagi, jika orang-orang Yahudi tidak kembali berkumpul dan bercampur baur di satu tempat, bagaimana mereka akan dibinasakan sehabis-habisnya dengan apa yang mereka kuasai? “Dan Apabila datang saat hukuman bagi kejahatan yang kedua (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kalian dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuh kalian memasukinya pada kali pertama, dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.” (Al-Isra’: 7).
Itu janji Allah, dan Dia tidak akan pernah mengingkari janji-Nya.
Adapun janji Rasulullah SAW, ”Tidak akan bangkit hari kiamat sehingga kalian memerangi Yahudi sampai-sampai batu berkata, ‘Wahai muslim, ini orang Yahudi di belakangku, bunuhlah dia’.”
Hasan Husen Assagaf

Read more...

Melacak Tanggal Kelahiran Rasulullah SAW

Semesta bersenandung gembira, menyambut kedatangan kelahiran nabi tercinta, pada Senin, bulan Rabi’ul Awwal. Tanggal 12 menjelang fajar, 1436 tahun lalu, cahaya Ilahi menerangi setiap jengkal semesta raya, laksana bintang gemintang yang berkerlip indah di kepekatan malam.
Laksana purnama menenggelamkan gelap dalam ranum cahaya. Laksana mentari yang mengusir malam ke peraduannya. Menyambut kelahiran bayi agung, yang akan membawa peradaban baru yang kilau-kemilau.
Muhammad adalah manusia pertama yang diciptakan secara maknawi, tapi menjadi nabi terakhir yang diutus ke alam duniawi. Ucapannya adalah wahyu, langkahnya menjadi tarekat, perilakunya cermin keteladanan. Muhammad, sang Kekasih Allah, belaian tangannya menenteramkan gundah anak-anak yatim, kemurahan hatinya menyalakan obor kehidupan janda-janda miskin, dan mengajarkan kemuliaan dalam kebersahajaan.
Keagungan jiwa sang Nabi SAW diakui kawan maupun lawan. Keberaniannya menggetarkan singa padang pasir, kelembutannya laksana belaian kasih seorang ibu. Beliau begitu dicintai penghuni langit dan bumi, hingga potongan rambut dan air ludahnya yang harum pun tak pernah sampai menyentuh bumi, karena diperebutkan sahabat-sahabatnya. Begitulah Abu Sufyan menceritakan perihal Muhammad menjelang Fath Makkah, pembebasan kota Makkah.
Tubuhnya termasyhur memancarkan keharuman alami. Jika tangannya menyentuh kepala seorang anak, orang akan segera tahu bahwa ia baru saja disentuh Rasulullah. Semesta raya memanjatkan doa, mengucap salam dan memohonkan kasih Allah baginya. Bahkan Sang Pencipta sendiri ikut mengucapkan salam kepadanya. “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu sekalian untuk Nabi, dan berikan salam penghormatan untuknya.” (QS Al-Ahzab 56).
Kehadiran Muhammad di bumi adalah anugerah yang membuat butiran-butiran pasir dan debu gurun menjadi laksana mutiara. Jejak langkahnya menyejukkan padang tandus, menjadi laksana taman surga yang membangkitkan rindu untuk selalu mengunjungi. Pengetahuan yang diajarkannya terus-menerus mengalirkan hikmah dan kearifan, laksana zamzam, yang tak pernah kering sepanjang zaman.
Pemimpin manakah yang dalam keadaan sakit menjelang wafat berkata, “Wahai manusia! Barang siapa punggungnya pernah kucambuk, ini punggungku, balaslah! Barang siapa kehormatannya pernah kucela, inilah kehormatanku, balaslah! Dan barang siapa hartanya pernah kuambil, inilah hartaku, ambillah! Jangan takut akan permusuhan (akibat penuntutan balas ini), karena hal itu bukan watakku.”
Hari itu, 63 tahun setelah kelahirannya, semua sahabat tertunduk haru mendengar pemimpin besar yang mereka cintai membuka diri untuk menerima tuntutan balas dari pengikutnya. Sebuah sikap yang menunjukkan pencapaian spiritual dan emosional tertinggi seorang manusia.
Kini, setelah setelah 14 abad beliau lahir, beliau tetap dikenang sebagai nabi yang agung, pemimpin yang adil, panglima yang gagah berani, penguasa yang penuh kasih, pedagang yang jujur, suami yang santun, dan ayah yang bijak. Beliau memang manusia, tapi bukan seperti manusia yang lain. Beliau laksana mutiara di antara bebatuan semesta.
Rabi’ul Awwal, yang artinya musim bunga yang pertama, dikenal sebagai bulan Nabi. Karena pada bulan inilah beliau lahir, tepatnya hari Senin. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW saat ditanya oleh seorang sahabat mengenai kebiasaan beliau berpuasa di hari Seni, “Hari itu adalah hari kelahiranku, hari aku diangkat sebagai rasul atau pertama kali aku menerima wahyu." (HR Muslim).
Tanggal KelahiranNamun kemudian muncul pertanyaan, tanggal berapakah beliau lahir. Jumhur ulama dari kalangan Ahlussunnah wal Jama’ah mengatakan, Rasulullah SAW lahir pada tanggal 12, tapi banyak pula yang berpendapat bahwa Rasulullah SAW lahir pada tanggal 9, bahkan tanggal 17, seperti pendapat kalangan Syi’ah Imamiyyah.
Baru-baru ini beredar sebuah buku berjudul Ya Allah... Benarkah Sejarah Ini?, yang ditulis oleh Drs. Aep Syaifullah, berdasarkan pendapat para ulama hadits, diterbitkan oleh Penerbit Shuhuf. Salah satu babnya membahas ihwal lahir dan wafatnya Rasulullah SAW. Di situ dikatakan, pendapat bahwa Rasulullah SAW lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal perlu dikaji ulang, karena bertolak belakang dengan fakta sejarah, hadits, dan ilmu pengetahuan.
Pendapat yang menyatakan bahwa Nabi SAW lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal itu, walau sangat terkenal, disandarkan pada riwayat yang lemah, yaitu Ibnu Ishaq. Menurut ulama-ulama ahli hadits, Ibnu Ishaq dianggap seorang yang lemah dalam riwayat-riwayatnya.
Sementara pendapat yang shahih dan kuat mengenai tanggal kelahiran Nabi SAW ialah, beliau lahir pada Senin, 9 Rabi’ul Awwal, tahun Gajah. Di antara ulama yang berpendapat seperti ini adalah Ibnu Katsir, Ibnu Qayyim, dan Ibnu Taimiyah.
Pendapat ini jgua didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli falak atau astronomi Mesir yang terkenal, yaitu Mahmud Pasya, yang mencoba menentukan tanggal gerhana matahari dan gerhana bulan yang terjadi pada zaman Nabi SAW sampai zamannya.
Berdasarkan kajiannya, hari Senin tidak mungkin bertepatan dengan tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Ia mengemukakan beberapa alasan untuk mendukung hasil kajiannya. Sebagian alasan yang dikemukakan oleh Mahmud Pasya adalah, pertama, dalam Shahih Bukhari disebutkan, ketika putra Rasulullah SAW, Ibrahim, wafat, telah terjadi gerhana matahari pada tahun ke-10 setelah hijrah. Dan Nabi Muhammad SAW ketika itu berusia 63 tahun.
Kedua, berdasarkan kaidah perkiraan falak, diketahui bahwa gerhana matahari yang terjadi pada tahun ke-10 setelah hijrah itu bertepatan dengan tanggal 7 Januari 632 Masehi, pukul 8.30 pagi.Ketiga, berdasarkan pada perkiraan ini, seandainya diundurkan 63 tahun ke belakang, mengikut tahun qamariyah, kelahiran Nabi SAW jatuh pada tahun 571 Masehi. Berdasarkan perkiraan yang telah dibuatnya, tanggal 1 Rabi’ul Awwal bertepatan dengan tanggal 12 April 571 Masehi.
Keempat, meskipun terjadi perselisihan pendapat mengenai tanggal kelahiran Nabi SAW, semua pihak sepakat mengatakan bahwa hari kelahiran Nabi SAW adalah hari Senin, bulan Rabi’ul Awwal. Dan ternyata, hari Senin itu jatuh pada tanggal 9 Rabi’ul Awwal, bertepatan dengan tangal 20 April 571 Masehi. Bukan 12 Rabi’ul Awwal.
Bulan dan TahunSelain perbedaan mengenai tanggal kelahiran Rasulullah SAW, ada pula perbedaan mengenai bulan dan tahunnya. Bahkan juga peristiwa-peristiwa penting lainnya. Mengenai bulan kelahiran, ada yang mengatakan Muharam, Shafar, Rajab. Tapi ada pula yang mengatakan bulan Ramadhan.
Sementara tahunnya, ada yang mengatakan tahun Gajah, 15 tahun sebelum tahun Gajah, 30 tahun setelah tahun Gajah, atau 70 tahun setelah tahun Gajah. Namun kebanyakan pendapat menyatakan, Rasulullah SAW lahir pada hari Senin 12 Rabi'ul Awwal tahun Gajah.
Tahun Gajah adalah saat Raja Abrahah, penguasa negeri Habasyah (Etiopia sekarang), dan pasukan bergajahnya, berniat menghancurkan Ka’bah, tetapi gagal. Itu terjadi 53 tahun sebelum hijrah (secara matematis-astronomis dapat dinyatakan sebagai tahun 53 H). Sehingga saat kelahiran Nabi tersebut bertepatan dengan hari Senin 5 Mei 570 M.
Lalu, kapankah tepatnya pengangkatan beliau menjadi rasul? Tahun kejadiannya umumnya disepakati pada saat Nabi berumur 41 tahun, atau tahun Gajah ke-41 (tahun 13 H). Hanya tentang tanggal dan bulannya tidak ada kesepakatan.
Menurut Jabir dan Ibnu Abbas seperti tersebut di atas, itu terjadi pada hari Senin 12 Rabi'ul Awwal. Bertepatan dengan Senin 24 Februari 609 M.
Isyarat lainnya ada pada QS 2: 185 bahwa Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan. Bila harinya mengacu pada hadits yang diriwayatkan Imam Muslim serta pendapat Jabir dan Ibnu Abbas, 17 Ramadhan 13 H tersebut bertepatan dengan hari Senin 25 Agustus 609 M.
Hasbi Ash Shiddieqy dalam pengantar Tafsir Al Bayaan menyatakan ayat nubuwah (pengangkatan sebagai nabi) pertama kali turun pada bulan Rabi'ul Awwal dengan lima ayat pertama surah Al-Alaq. Kemudian ayat risalah (pengangkatan sebagai rasul) turun pada 17 Ramadhan dengan beberapa ayat awal surah Al-Muddatstsir.
Peristiwa-peristiwa LainPeristiwa Isra Mi’raj, saat mulai diwajibkannya shalat lima waktu, pun tidak ada kesepakatan kapan terjadinya. Sebagian besar mengikuti pendapat Ibnu Katsir dari riwayat yang tidak shahih isnadnya, yakni bahwa Isra Mi'raj terjadi pada 27 Rajab 1 H (satu tahun sebelum Hijrah). Itu berarti terjadi pada hari Rabu 15 Oktober 620.
Tetapi bila mengikuti pendapat Jabir dan Ibnu Abbas bahwa Isra Mi'raj terjadi pada hari Senin 12 Rabi’ul Awwal, berarti terjadi pada 12 Rabi’ul Awwal 3 H (tiga tahun sebelum Hijrah), yang bertepatan dengan Senin 6 November 618.
Peristiwa Hijrah Rasulullah SAW terjadi pada bulan Rabi'ul Awwal tahun 13 Bi’tsah (13 tahun setelah pengangkatan sebagai rasul). Berangkat pada 2 Rabi’ul Awwal dan tiba pada 12 Rabi'ul Awwal. Saat tiba di Madinah 12 Rabi’ul Awwal bertepatan dengan hari Senin, 5 Oktober 621. Ini sesuai dengan pendapat Jabir dan Ibnu Abbas bahwa harinya Senin.
Beberapa penulis riwayat Rasulullah SAW merancukan saat hijrah tersebut dengan tahun baru Hijriyyah pertama. Haekal dan Al-Hamid Al-Husaini menyebutkan, peristiwa Hijrah terjadi pada bulan Juli. Haekal menyatakan, Rasulullah tiba di Madinah hari Jum’at. Sesungguhnya bulan Juli adalah tahun baru 1 Muharram 1 H yang jatuh pada hari Jum’at, 16 Juli 622.
Puasa Ramadhan mulai diwajibkan pada hari Senin 2 Sya’ban 2 H atau 30 Januari 624 M. Itu berarti, puasa Ramadhan pertama terjadi pada bulan Februari-Maret, dengan suhu yang relatif sejuk dan panjang hari termasuk normal (panjang siang hari sekitar 12 jam).
Tanggal WafatHari-hari terakhir kehidupan Rasulullah ditandai dengan turunnya QS 5: 3, yang menyatakan bahwa Allah telah menyempurnakan agama Islam dan meridhainya. Ayat itu turun saat wukuf di Arafah 9 Dzulhijjah 10 H, yang bertepatan dengan Jumat 6 Maret 632. Mungkin ini berkaitan dengan sebutan haji akbar bila wukufnya jatuh pada hari Jum’at.
Tiga bulan setelah turunnya ayat tersebut Rasulullah SAW wafat pada 12 Rabi’ul Awwal 11 H. Analisis astronomis menyatakan, 12 Rabi'ul Awwal mestinya jatuh pada hari Sabtu 6 Juni 632. Namun banyak yang berpendapat bahwa Rasulullah wafat pada hari Senin, itu berarti tanggal 8 Juni 632. Perbedaan dua hari tidak dapat dijelaskan akibat terjadinya istikmal (penggenapan menjadi 30 hari) bulan Shafar.
Membicarakan kapan tepatnya hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, juga peristiwa-peritiwa penting dalam sejarah kehidupan beliau, bukanlah hal mudah. Karena ketika itu orang-orang Arab belum mempunyai tradisi mencatat.
Perhatian mengenai pentingnya mencatat baru muncul pada pemerintahan Khalifah Sayyidina Umar bin Khaththab, tepatnya pada tahun 638 Masehi. Ketika itu Umar ingin menjadikan penanggalan Hijriyyah sebagai sistem penanggalan resmi pemerintahan Islam. Tapi muncul masalah, ketika para sahabat ingin menjadikan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai patokan awal sistem penanggalan Hijriyyah. Tidak ada satu pun di antara mereka yang ingat kapan persis Baginda Nabi dilahirkan. Yang mereka ingat, ketika beliau lahir, ada beberapa peristiwa yang mengiringinya, di antaranya penyerangan pasukan Gajah dari negeri Habasyiah terhadap Ka’bah, yang kemudian diabadikan sejarah Islam sebagai tahun Gajah.
Namun begitu, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang astronomi, serta patokan-patokan yang terdapat dalam hadits Rasulullah SAW, di antaranya hadits tentang puasa hari Senin, yang senantaisa beliau lakukan secara rutin, para ulama berhasil menentukan kapan Rasulullah SAW lahir, wafat, dan sebagainya.
Bukan Sembarang UlamaKhusus mengenai kelahiran Rasulullah SAW, Habib Mundzir bin Fuad Almusawa, pemimpin Majelis Rasulullah, dalam website http://www.majelisrasulullah.org/, mengatakan, perbedaan pendapat tentang kelahiran Nabi SAW sudah berlalu belasan abad yang silam, dan itu sudah dibahas oleh ribuan muahdditsin. Menurut jumhur ulama dan muhadditsin adalah 12 Rabi'ul Awwal. Walaupun ada pendapat sebagian kecil yang mengatakan 10 Muharram, dan ada pendapat lain lagi yang mengatakan di bulan lain. Namun semua pendapat itu dhaif. Yang mu'tamad, atau yang dijadikan sandaran oleh sebagian besar ulama, adalah 12 Rabi’ul Awwal.Para ulama tersebut bukan sembarang ulama. Mereka mempunyai kedalaman ilmu dan keluasan wawasan yang sudah teruji. Bahkan banyak di antara mereka yang bergelar “Al-Hafidh”, penghafal jutaan hadits. (majalah-alkisah.com)


Read more...

Senin, 23 Maret 2009

FBI Dikucilkan Organisasi Muslim Amerika

''Sebagai sebuah organisasi yang banyak menaungi berbagai organisasi, salah satunya organisasi Islam, kami harus menilai secara objektif. Untuk itu kami berkomitmen untuk selalu menjamin hak asasi manusia serta kemakmuran muslim Amerika khususnya, sebagai warga minoritas. Dan seluruh rakyat Amerika pada umumnya. Kami berharap FBI mengubah pandangannya terhadap komunitas muslim Amerika,'' pungkas beberapa organisasi muslim dalam pernyataan resminya.

Tindakan FBI memata-matai kegiatan umat Islam di dalam masjid bahkan menjadikan organisasi Islam sebagai target, tak bisa ditolerir.
Akibat perbuatannya beberapa waktu lalu, FBI pun menuai hasilnya. Berbagai organisasi Islam dan hak-hak sipil di Amerika Serikat mengecam dan mengucilkannya. Bahkan secara tegas koalisi organisasi Islam di Amerika Serikat menolak untuk bekerjasama dengan FBI. Tak pelak FBI pun kehilangan mitra berpengaruh sekaliber Council on American-Islamic Relations (CAIR), organisasi hak-hak sipil terkemuka yang disegani di Amerika.
Serta Islamic Shura Council of Southern California. Sebuah organisasi yang memayungi banyak organisasi Islam, yang ikut-ikutan mengucilkan FBI dengan menolak untuk menjalin kerja sama dengan FBI.
''Sebagai sebuah organisasi yang banyak menaungi berbagai organisasi, salah satunya organisasi Islam, kami harus menilai secara objektif. Untuk itu kami berkomitmen untuk selalu menjamin hak asasi manusia serta kemakmuran muslim Amerika khususnya, sebagai warga minoritas. Dan seluruh rakyat Amerika pada umumnya. Kami berharap FBI mengubah pandangannya terhadap komunitas muslim Amerika,'' pungkas organisasi itu dalam pernyataan resminya.
Sejumlah organisasi Islam yang menolak bekerja sama dengan FBI, antara lain, American Muslim Alliance (AMA), American Muslims for Palestine (AMP), Council on American-Islamic Relations (CAIR), Islamic Educational Center of Orange County (IEC), Islamic Circle of North America (ICNA), Muslim Alliance in North America (MANA), Muslim American Society-Freedom Foundation (MAS-FF), Muslim Student Association-National (MSA-N), Muslim Ummah of North America (MUNA), serta United Muslims of America (UMA).Sejauh ini, komunitas muslim Amerika Serikat telah berkontribusi besar dalam upaya menciptakan tatanan masyarakat yang adil, bebas, dan plural. Bahkan peranannya dalam menjaga stabilitas negara dari berbagai tindakan kekerasan dan ancaman dari luar tidak bisa dinafikan. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan lembaga penegak hukum untuk melindungi Amerika.
''Komunitas muslim AS adalah warga negara yang produktif. Sebagai warga negara yang baik, selama ini mereka sangat taat hukum serta selalu menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi, seperti kebebasan, persamaan, dan keadilan,'' papar Agha Saeed, koordinator American Muslim Taskforce on Civil Rights and Elections (AMT).
Sayangnya, kontribusi besar umat Islam itu justru dinodai. Penodaan itu sangat jelas ketika FBI menyusupkan informannya yang notabene seorang mantan narapidana ke masjid-masjid.Perbuatan FBI yang dinilai mendiskriminasikan umat Islam sangat dikecam berbagai pihak. Terlebih pasca penyusupan itu umat muslim di AS merasa khawatir dan takut untuk menunaikan shalat di masjid, apalagi menyumbangkan uangnya untuk kemajuan umat Islam di Amerika

Read more...

Islam Di Prancis



Zeller menjamin, tidak akan ada lagi penghinaan dan pendiskriminasian terhadap agama lain seperti yang pernah terjadi beberapa tahun silam.

Perancis termasuk negara dengan kemajemukan beragama warganya yang sangat beragam. Selain Katolik yang menjadi agama terbesar, jumlah pemeluk agama Islam di Perancis yang pada saat ini diperkirakan mencapai lima juta orang, menduduki rangking kedua. Sementara Protestan, berada di tempat ketiga dengan jumlah penganutnya sekitar dua persen dari total populasi warga Perancis, disusul kemudian oleh Judaisme, sekitar 600 ribu orang, dan penganut agama Buddha, 400 ribu.
Dalam rangka mengakomodir adanya kemajemukan beragama itu, Duta Besar Perancis untuk Indonesia Philippe Zeller menjamin kebebasan dan keharmonisan beragama di negara fashion tersebut. “Pemerintah Perancis menjamin kebebasan dan keharmonisan beragama” katanya dalam sebuah pernyataan tertulisnya di Indonesia.
Zeller menjamin, tidak akan ada lagi penghinaan dan pendiskriminasian terhadap agama lain seperti yang pernah terjadi beberapa tahun silam. Perancis, memang pernah pernah melarang kaum Muslimin saat hendak melaksanakan ritual atau menggunakan atribut keagamaannya.
Hal itu, demikian menurut Zeller, dikarenakan sebagaimana tercatat pada ayat 1 konstitusi Perancis yang menyatakan bahwa Perancis adalah republik sosial sekuler dan demokratis, yang menjamin persamaan hukum bagi seluruh warga negaranya, tanpa memandang perbedaan ras dan agama. Artinya, Republik Perancis menghormati semua keyakinan dan menjamin kebebasan beragama serta keyakinan warga negaranya.
Masih pada ayat yang sama, menurutnya, negara akan bersikap netral dengan memperlakukan sama semua agama. Menurut Zeller, Perancis telah berkomitmen untuk menciptakan keharmonisan antaragama. Betapapun, ini adalah kabar baik bagi para pecinta perdamaian dan pembela hak-hak kemanusiaan dimanapun berada. Semoga saja bukan sekedar retorika.

Read more...

Paus Benediktus XVI Memuji Ajaran Islam

"Sebagai salah satu agama samawi, Islam bisa dikatakan sebagai dasar kebudayaan umat manusia. Terlebih agama Islam memiliki peranan yang sangat signifikan dalam upaya menciptakan perdamaian dunia” kata Benediktus menegaskan.

Sebagai salah satu komitmen untuk menciptakan perdamaian, dan keadilan dunia, Paus Benediktus XVI, pemimpin tertinggi Khatolik Vatikan Roma mengadakan pertemuan dengan 22 tokoh muslim Kamerun, Kamis 19 Maret 2009, di Ounde, Kamerun.
Pada pertemuan itu, Paus Benediktus kerap memuji perkembangan Islam dan nilai-nilai universal yang terkandung didalamnya. Benediktus menilai, Islam adalah salah satu agama yang menjadi basis bagi peradaban umat manusia.
“Sebagai salah satu agama samawi, Islam bisa dikatakan sebagai dasar kebudayaan umat manusia. Terlebih agama Islam memiliki peranan yang sangat signifikan dalam upaya menciptakan perdamaian dunia” kata Benediktus menegaskan.
Bahkan Benediktus meminta umat Islam dan Kristiani di Kamerun meneruskan kerukunan beragama yang selama ini telah berlangsung sangat baik. Agar bisa menjadi contoh negara-negara lainnya.
“Umat Islam dan Kristiani di Kamerun harus bekerja sama membangun perdamaian dunia,” kata Benediktus kepada 22 tokoh muslim yang di temuinya.
Ya, jika dibanding dengan negara-negara Afrika lainnya, toleransi antarumat beragama yang dilakukan oleh umat muslim dan Kristiani di Kamerun jauh lebih baik.
Sejauh ini, di Kamerun yang mencapai 22 persen umat Islam dari keseluruhan warganya, belum pernah terjadi konflik yang berarti antarumat beragama di Kamerun. Terutama jika dibandingkan dengan beberapa negara Afrika lainnya seperti Nigeria misalnya, yang kerap terjadi ketegangan bahkan sering menimbulkan kekerasan yang mengatasnamakan agama.
“Mudah-mudahan perjuangan umat Islam, Katolik, dan umat Kristiani lainnya di Kamerun bisa jadi acuan bagi negara-negara Afrika lainnya. Dalam rangka mewujudkan komitmen antarumat beragama terhadap perdamaian dan keadilan bersama,” ujar Benediktus.
Belakangan ini, usaha Benediktus dalam menciptakan kedamaian dunia antaragama memang dinilai cukup serius oleh berbagai tokoh agama. Terlebih setelah pernyataannya saat memberikan kuliah di Universitas Regensburg, Jerman, 2006 lalu. Yang sempat menimbulkan kontroversi di kalangan umat Islam.
Terkesan ingin mengubah citranya, Benediktus acap kali bertatap muka dengan para pemimpin Islam untuk membangun kerjasama positif. Bahkan bulan depan dia mengagendakan untuk berkunjung ke salah satu masjid di Yordania


Read more...

Lagi, Sebuah Masjid Megah di Jerman

Luasnya 4.500 meter persegi, berkapasitas 2000 jamaah, senilai 20 juta DM, dengan arsitektur istana Kesultanan Turki Utsmani
Gairah keberagamaan kaum muslimin di Jerman semakin meningkat. Kini, di sana ada sekitar 2.500 buah masjid – 160 buah di antaranya cukup terkenal – dan selalu dipadati oleh jamaah. Bahkan, belakangan ini minat untuk membangun masjid di Jerman cukup kuat.
Salah satu contoh, pembangunan sebuah masjid cukup megah di kota Koeln di Negara Bagian North Rhine Westphalia, Jerman, yang berkapasitas 2000 jamaah. Dibangun oleh Ikatan Muslimin Turki di Jerman (DITIB), masjid yang dinamakan Masjid Sentral Koeln (Koeln Merkez Camii, bahasa Turki) seluas 4.500 meter persegi itu, awalnya sempat mengundang kontroversi.

Dan akhirnya parlemen Koeln mengizinkan pembangunan masjid supermodern senilai senilai 20 juta Deutsche Mark. Namun, belakangan kemudian politikus lokal anggota Neo-Nazi, Markus Wiener, sempat mengecam keputusan tersebut karena mengkhawatirkan semakin bertambahnya populasi kaum muslimin.
Satu hal yang membuat lega kaum muslimin ialah penegasan Perdana Menteri Negara Bagian North Rhine Westphalia, Juergen Ruettgers, yang menyatakan bahwa pembangun masjid tersebut untuk mengakomodasi hak asasi 3,3 juta warga muslim -- yang semakin hari semakin meningkat.
Dari tahun ke tahun, populasi kaum muslimin di Jerman memang terus bertambah. Sampai saat ini, menurut catatan Kantor Kependudukan (Bundesamt) di Koeln, jumlah umat Islam di sana mencapai 3,7 persen dari sekitar 82 juta populasi di Jerman. Dari jumlah itu, sekitar 70% berdarah Turki. Artinya, jumlah kaum muslimin di Jerman saat ini sekitar 3,3 juta orang.
Alhamdulillah, Wali Kota Koeln, Fritz Schramma, juga merestui pembangunan masjid tersebut, karena memahami bahwa kaum muslimin di sana membutuhkan rumah ibadah yang layak dan banyak. Meski begitu, ia sempat jengkel terhadap orang-orang Turki yang tak mengerti bahasa Jerman meski sudah tinggal selama 35 tahun. Berbeda dengan imigran asal Rusia atau Italia yang mudah berasimilasi dengan budaya setempat.
Masjid Sentral Koeln itu dibangun dengan desain dan interior yang supermodern, dengan arsitektur meniru arsitektur istana Kesultanan Turki Utsmani – salah satu mahakarya zaman keemasan peradaban Islam. Arsiteknya, Paul Boehm, tak banyak mengalami kesulitan, meskipun ia dikenal sebagai spesialis bangunan gereja.
Dengan tinggi kubah mencapai 36,5 meter, dan menara ramping setinggi 55 meter di empat sudutnya, masjid megah yang kelak didominasi oleh dinding batu berkaca itu, menurut Paul Boehm, dimaksudkan, “agar tercipta atmosfer keterbukaan, tidak merasa seperti terkurung dalam ruangan tertutup.” Namun, menurut Bekir Alboga, juru bicara Ikatan Muslimin Turki di Jerman, tinggi menara Masjid Sentral Koeln itu tidak akan melebihi tinggi menara Gereja Katedral Koeln yang hanya berjarak tiga kilometer. Maklum, Gereja Katedral itu merupakan simbol kota Koeln.
Selain sebagai tempat beribadah, Masjid Sentral Koeln dimaksudkan sebagai semacam oasis tempat berbagai layanan keagamaan, pengajian Al-Quran dan telaah keagamaan, mengorganisasi komunitas kaum muslimin termasuk pemakaman dan pernikahan dengan upacara yang Islami.
Mengenai suara azan, pengajian atau taushiah, misalnya, Bekir Alboga menjamin semua kegiatan itu tidak akan terdengar – apalagi sampai mengganggu – masyarakat di luar masjid. Di Jerman memang ada larangan penggunaan pengeras suara yang dapat mengganggu ketenangan warga. “Dengan demikian,” ujar Bekir Alboga, diharapkan dapat tercipta keharmonisan antar sesama umat beragama”


Read more...

Followers

About Me

I am now a college boy in STMIK Balikpapan

Text

GEOTOOLBAR

  ©Template by Dicas Blogger.